Petisi Blokir Game Free Fire, Ini Penyebabnya

Petisi Blokir Game Free Fire

Petisi Blokir Game Free Fire – Setelah beberapa waktu lalu beredar isu tentang game free fire yang akan ditutup pada bulan mei 2021. Kali ini muncul lagi kabar yang mengejutkan untuk para penggemar game battle royal tersebut. Yaitu tentang petisi terkait pemblokiran game battle royal dari Garena tersebut. Sontak kabar tersebut membuat banyak survivor merasa keberatan dan khawatir.

Petisi sejenis memang kerap kali dialami oleh sejumlah game online populer, tak terkecuali free fire. Mengingat game ini memang sangat diminati serta berhasil menjadi rank pertama unduhan paling banyak di play store. Untuk mengetahui penyebab Petisi Blokir Game Free Fire, berikut ini akan dibahas lebih lanjut.

Petisi Blokir Game Free Fire

Kabar tentang petisi untuk memblokir game free fire sedang menjadi topik hangat para netizen di Tanah Air. Banyak yang setuju dengan petisi tersebut, mereka berpendapat bahwa game free fire memberikan dampak negatif kepada perilaku anak – anak yang memainkannya. Apalagi seperti yang diketahui, mayoritas player game ini memang rata – rata anak usia sekolah SD da SMP. Anak – anak usia tersebut memang kerap kali menirukan apa yang dalam game pada kehidupan nyata. Dan hal inilah yang harus diperhatikan oleh para orang tua.

Petisi yang ditulis oleh Fiqi Amd di change.org berisi tentang seorang anak yang menirukan gerakan salah satu emote baru yaitu push up. Namun si anak menirukan gerakan tersebut saat melakukan sholat berjamaah. Tentu ini adalah tindakan yang salah, sebab dalam beribadah tidak diperkenankan melakukan gerakan yang tidak sesuai. Hal tersebut kemudian menjadi trend di kalangan anak – anak terutama para player ff.

Baca Juga: Pemain Pubg Tercantik Di Dunia, Yang Mana Favorit Kalian

Penyebab Munculnya Petisi Blokir Free Fire

Tentang penyebab munculnya petisi untuk memblokir game ff, adalah karena munculnya trend menirukan gerakan emote di game pada saat melakukan ibadah. Mungkin bagi anak – anak yang memainkan game ff, gerakan tersebut terlihat keren terlebih jika dilakukan saat sholat di masjid. Mereka bahkan tidak malu untuk menguploadnya di media sosial agar diketahui oleh banyak orang. Hal tersebut menjadi contoh yang buruk, sehingga tidak mengherankan jika muncul petisi untuk memblokir game tersebut.

Trend yang buruk seperti itu memang perlu diberi tindak lanjut agar tidak dilakukan lagi. Jangan sampai hal tersebut membuat akhlak serta akidah menjadi rusak. Selain itu, gerakan emote push up tersebut termasuk cukup sulit. Bisa saja menyebabkan cedera jika kedua tangan tidak sanggup menopang berat badan. Maka dari itu, sebaiknya memang harus dihentikan agar tidak dilakukan lagi.

Detail Isi Petisi Untuk Memblokir Free Fire

Fiqi sebagai penulis petisi juga memberikan sejumlah saran agar tidak sampai melakukan pemblokiran penuh pada game free fire. Sarannya yaitu,

  • Menghapus item emote push up yang banyak ditiru oleh para player.
  • Meningkatkan rating game yang tadinya 12+ ke 16+.
  • Menambahkan peringatan serta sistem untuk bisa memverifikasi umur.

Terhitung 9 jam sejak petisi tersebut di posting, sudah ada 20,000 netizen yang memberikan tanda tangan. Jumlah tersebut tampaknya akan terus bertambah semakin banyak.

Itulah informasi terbaru tentang penyebab munculnya Petisi Blokir Game Free Fire. Selain menerapkan saran – saran yang dituliskan oleh penulis petisi. Pihak orang tua juga harus lebih ketat dalam mengawasi kegiatan anak – anaknya saat bermain game. Agar tidak sampai terpengaruh melakukan kelakuan negatif ketika bermain game.